Rabu, 25 Desember 2013

Ibu Rumah tangga yang Bijaksana melahirkan orang besar

note: karena nama blog ini iburu adalah singkatan dari ibu rumah tangga, maka saya tertarik menyelipkan tulisan yang saya ambil dari majalah nasehat perkawinan tentang besarnya peran ibu rumah tangga.

Pengarang:  Ahmad Sangidum
Majalah Nasehat Perkawinan 104
-----
Orang-orang besar di dunia banyak dihasilkan oleh para ibu yang bijaksana. Berkat kebijaksanaannya, mereka ini berhasil menciptakan suasana rumah-tangga sedemikian rupa sehingga menyebabkan anak-anaknya tumbuh berkembang secara istimewa melebihi anak-anak lain. Terutama mereka menumbuhkan pada anak- anaknya suatu cita-cita luhur dan sikap mental positip untuk dapat berguna bagi diri sendiri, masyarakat luas dan kemanusiaan.

Beberapa contoh berikut akan memberi¬kan gambaran yang terang pada kita bahwa mereka orang-orang besar berhasil menjadi besar dan berguna bagi ummat manusia dikarenakan dorongan orangtuanya, terutama ibunya yang bijaksana.

Salah satu contoh dari seorang ibu yang bijaksana dapat kita baca dalam riwayat hidup Iskandar Agung, Raja Makedonia. Sewaktu kecil, Iskandar sudah ada bayangan bahwa di kelak kemudian hari dia akan menjadi orang besar. Gambaran yang demikian ini dikuatkan lagi oleh pengakuan ibunya. Iskandar suka mengenakan pakaian prajurit buat anak-anak dengan gayanya sebagai prajurit sungguh-sungguh. Selanjutnya, dia biasa bercermin di depan kaca untuk melihat tampangnya dalam pakaian itu. Dalam keadaan demikian, ibunya biasa nya mendekati untuk menyaksikan bagaimana puteranya itu bergaya. Lalu Iskandar bertanya pada ibunya: ’’Bukankah saya sudah tampak gagah, bu?”. Mendengar pertanyaan ini ibunya tersenyum. Selanjutnya ibu yang bijaksana itu memberikan jawaban yang sifatnya mendorong:
’’Sudah. Engkau memang pantas menjadi Jenderal. Dan ingat, nak: Hari ini engkau hanya ada di depan kaca, namun besok engkau akan ada di seluruh dunia!”

Jawaban ibu Iskandar yang bijaksana itu mendorong dan membesarkan hati Iskandar untuk mengejar cita-citanya menjadi seorang Jenderal yang gagah-perkasa dengan kekuasaan yang luas. Dalam sejarah selanjutnya kita menyaksikan Iskandar sebagai Raja terbesar sebelum Masehi yang menguasai wilayah kerajaan yang paling luas baik di Timur maupun di Barat. Sehingga dia bergelar dengan sebutan "The Great”= yang terbesar! Kebesarannya ini jelas hasil dari andil dan dorongan ibunya yang bijaksana.

Pengalaman Iskandar sedikit berbeda dengan pengalaman Franz Schubcrt, komponis ulung dari Austria. Sewaktu kecil orang tidak menyangka samasekali bahwa kelak Schubert akan menjadi komponis ulung tingkat internasional. Hal ini disebabkan masa kecil Schubert dipenuhi oleh kenakalannya yang luar-biasa. Terutama sebagai anak, dia tidak pernah menerima tugas-tugas rumahtangga yang dibebankan kepadanya. Berhubung dia berasal dari keluarga musisi, maka dalam acara (tugas) hariannya, Schubert diwajibkan untuk bermain piano. Tetapi tugasnya ini seringkali dilalaikannya terutama bila teman-teman- nya sudah mengajaknya untuk bermain bersama-sama. Dengan demikian tugas main piano menjadi terbengkalai didesak oleh kesukaannya bermain bersama teman- temannya.

Untunglah Schubert mempunyai seorang ibu yang bijaksana. Ibunya ini sesungguhnya telah menyelamatkan dia dari godaan teman-temannya itu. Dengan kebijaksanaannya, ibunya selalu mendesak puteranya itu untuk menyelesaikan dulu tugas bermain pianonya, sebelum keluar rumah bermain dengan teman-temannya. Untuk tugasnya itu, ibunya senantiasa menunggu dengan sabar permainan Schubert hingga selesai Sikap ibunya yang telaten yang senantiasa menunggunya menyebabkan tugas main piano menjadi kebiasaan, kemudian menjadi kesukaannya. Akhirnya, bertolak dari kesukaannya inilah Schubert dapat berhasil membumbung tinggi melebihi pianis-pianis lainnya, sehingga menjadi bintang di tengah-tengah komponis yang lain. Kebesaran Franz Schubert tidak diragukan lagi berkat andil dan dorongan dari ibunya yang bijaksana.

Jika pengalaman kedua orang di atas berasal dari lapisan the have, maka pengalaman masa kecil Abraham Lincoln (presiden Amerika ke 16) merupakan pengalaman yang paling pahit yang bisa ditampilkan untuk contoh ulet dari orang yang amat miskin. Bayangkan saja! Dia dilahirkan di sebuah gubuk reyot di tengah hutan. Yang untuk makan sehari-hari agar hidup saja harus berjuang mati-matian. Untunglah, kepahitan hidup pada masa kanak-kanak ini diimbangi oleh kebijaksanaan seorang ibu yang senantiasa mendorong anaknya untuk tumbuh berkembang menjadi orang yang berguna bagi diri sendiri, masyarakat luas, dan negara. Dalam keadaan yang senantiasa pahit ditindih oleh kesulitan hidup yang keras, ibunya tidak segan-segan untuk memberikan pesan sederhana namun bijaksana kepada anaknya, yakni satu pesan yang tidak bisa dilupakan oleh Lincoln. Pesan itu berbunyi: ’’Anakku, jadilah orang yang berarti!"
Kalimat pendek inilah yang senantiasa mendorong Abraham Lincoln memenuhi harapan ibunya, tak perduli betapapun juga kesulitan dan rintangan berat yang dialami. Semua rintangan dan penderitaan diterjang, diatasi, agar apa yang dipesankan ibunya itu menjadi kenyataan. Akhirnya setelah berjuang dengan jatuh bangun, sejarah mencatatnya sebagai orang yang memiliki arti bagi kemanusiaan, terutama sehubungan dikeluarkan keputusan untuk membebaskan budak, ketika dia menjabat sebagai Presiden.

Kisah dari Thomas Alva Edison lain lagu Ketika dia masuk sekolah taman kanak-kanak yang hanya tiga bulan itu, seorang gurunya demikian penasaran terhadapnya. Sehingga tetloncatlah dari mulutnya suatu ucapan yang mengecilkan hatinya. Guru itu menyebut Edison sebagai anak yang ’’terbelakang otaknya”, anak yang hanya memiliki ’’otak udang”.

Mendengar sebutan yang merendahkan itu, Edison mendongkol sekali sehinggu dia mogok ke sekolah. Untunglah, dia melaporkan halnya kepada ibunya. Ibu yang bijaksana ini setelah mendengar laporan Edison ikut simpati terhadap puteranya yang diharapkannya menjadi orang yang berguna. Ibunya dapat merasakan apa yang dirasakan oleh Edison dan apa yang dipikirkannya akibat ucapan itu. Ibunya yakin jika ucapan yang mengecilkan perasaan itu dibiarkan begitu saja, jelas akan menghambat dan membahayakan pertumbuhan hidupnya. Untuk itu, berniatlah ia menghapuskan gambaran (citra) Edison tentang dirinya seperti yang diucapkan oleh gurunya itu. Ibunya menyerbu ke sekolah bersama anaknya, Edison. Di depan anak-anak dan guru-guru di sekolahan, ibunya menyatakan pada guru yang merendahkan kecerdasan Edison itu dengan perkataan bahwa anak-nya, Thomas Alva Edison, adalah "lebih cerdas" daripada sangkaan guru-guru dan kepala sekolahnya.

Pengalaman inilah yang menetralisir perasaan kecil Edison dan mendorongnya untuk membuktikan pada dunia bahwa perkataan ibunya itu benar, dan perkataan gurunya yang salah. Dan beberapa puluh tahun kemudian dari peristiwa itu, semua orang mengenal akan jasa-jasa Edison dalam berbagai penemuan penting yang amat berguna bagi kemajuan umat manusia di seluruh dunia.

HIDUPLAH MULIA ATAU MATI SYAHID!
Juga dalam sejarah Islam kita mengenal ibu-ibu yang bijaksana dan berkat kebijaksanaannya itu mereka melahirkan orang- orang besar. Salah satu contoh dalam hal ini adalah Asma' binti Abu Bakar, ibu dari Abdullah bin Zubeir. Seperti diketahui Asma’ adalah isteri Zubeir bin Awwzm, salah seorang dari sepuluh sahabat Rasulullah yang sudah dijamin masuk surga.

Mengenai kebijaksanaannya dapat kita lihat pada peristiwa penyerbuan kota Mekkah oleh panglima Al-Hajjaj bin Yusuf, komandan pasukan Khalifah Abdul Malik dari Bani Umayah untuk membasmi pemberontakan penduduk Makkah. Pada saat itu kota Makkah sudah mendekati detik- detik kehancurannya oleh tangan kotor Al-Hajjaj. Semua orang sudah panik, akan menyerah pada musuh. Bahkan keluarga Abdullah sendiri sudah melarikan diri meninggalkannya. Oleh sebab itu Abdullah bin Zubeir yang menjadi pemimpinnya dalam keadaan ragu-ragu antara lari, menyerah pada musuh atau tetap berperang menentang kekejaman Al-Hajjaj demi menegakkan kebenaran yang diyakininya. Bagaimanapun juga Abdullah sadar bahwa jika yang terakhir ini dilakukannya, niscaya dia akan gugur karena pasukan musuh jelas jauh lebih kuat dari pasukannya yang tinggal beberapa orang saja.
Dalam keadaan demikian, dia mendatangi ibunya yang bijaksana minta pertimbangan yang tepat. Katanya: ’’Wahai ibu, pasukan musuh telah masuk kota Makkah lan menghinaku dan keluargaku, bagaimanakah pendapat ibu tentang apa yang larus kulakukan?”. Ibunya menjawab:
"Anakku, engkau lebih mengetahui apa yang ada di dalam hatimu. Jika engkau nerasa berada di dalam kebenaran lawan- ah dia, jangan sampai engkau dipermainkan dan diinjak-injak oleh pasukan Bani Umayah yang zalim itu. Tetapi jika engkau tanya hendak mencari keduniaan saja, maka sejahat-jahatnya orang adalah engkau sendiri. Lebih daripada itu, kalau engkau merasa berada di jalan yang benar, lalu kamu menjadi mengendor hanya disebabkan pengikut-pengikutmu yang telah lemah, maka ini bukanlah suatu perbuatan kesatria dari orang yang beragama. Ingat, untuk apa engkau hidup di dunia ini? Mati itulah yang lebih
Mendengar pertimuangan ibunya itu, segeralah Abdullah berkata: ’’Ibu, sesungguhnya saya kawatir kalau nanti penduduk Syam (pasukan Bani Umayah) membunuhku dengan cara tidak mengenal perikemanusiaan. Aku takut kalau mereka nanti akan menyalibku”. Ibunya segera menyahut: ’’Anakku, ketahuilah! Kambing yang disembelih itu tidak akan merasakan sakit lagi meskipun dikuliti. Sudahlah, teruskanlah perjuanganmu dan mohonlah pertolongan Allah”. Selanjutnya, Asma’ binti Abu Bakai memberikan nasehat terakhir yang hingga kini terkenal sebagai untaian kata mutiara yang indah. Nasehat itu berbunyi: ”Isy kariman au mu t syahidan!” Yang artinya "hiduplah mulia atau mati syahid!”
Mendengar ucapan terakhir ini bangkitlah Abdullah bin Zubeir dia merasa ditantang harga-dirinya. Sambil mencium ibunya dia berkata: ’’Memang itulah pendapatku. Saya tidak menghendaki dunia. Lihatlah. Boleh jadi saya akan meninggal hari ini juga. Tetapi janganlah ibu susah. Serahkanlah segala sesuatunya kepada Allah karena anakmu tidak akan berfihak kepada yang munkar dan tidak bermaksud mengkhianati Allah”. Setelah mengucapkan perkataannya itu melompatlah dia menyerbu ke medan perang. Akhirnya dia terbunuh kemudian disalib.
Meskipun demikian, nyatalah pada akhirnya bahwa Abdullah bin Zubeir telah menunjukkan sifat kesatria dan kepahlawanannya setelah mendapatkan dorongan dari ibunya Asma’ binti Abu Bakar. Memang ibu yang bijaksana akan menunjukkan jalan yang benar, meskipun jalan itu tampak berliku-liku dan berbenjol-benjol.

Selasa, 24 Desember 2013

Memindahkan barang rumah tangga yang berat

agar memudahkan memindah atau menggeser perabot rumah tangga yang berat gunakan karung goni yang basah sebagai alas meja atau lemari yang ingin digeser tersebut. Juga bisa menggunakan besi atau bambu bulat yang akan digelindingkan sebagai roda dibawah lemari atau barang perabot rumah tangga tersebut.

Minggu, 22 Desember 2013

Menghilangkan gurem / kutu ayam

pada ayam betina yang mengeram biasanya disekeliling sarangnya akan didapati banyak gurem / kutu ayam. Agar sarang ayam tersebut terbebas dari gurem / kutu ayam letakkan daun jeruk nipis lengkap dengan tangkainya didekat / dipinggir sarang ayam tersebut. Dua tiga hari kemudian buang daun jeruk nipis tersebut yang sudah dipenuhi gurem / kutu ayam dan ganti dengan daun jeruk nipis bertangkai yang baru. Setelah dilakukan terus menerus kutu ayam tersebut akan habis.

Sabtu, 14 Desember 2013

Mengusir ulat bunga

masukkan segenggam tembakau ke dalam air secukupnya kemudian di aduk. Gunakan air tembakau ini untuk menyemprot pada tanaman bunga yang diserang ulat. Niscaya tanaman bunga kita akan terbebas dari gangguan ulat.

Kamis, 12 Desember 2013

Mengurangi bau nasi hangus

Letakkan daun pisang di atas panci tempat menanak nasi kemudian tutup selama 1-0-20 menit sampai matang.

Selasa, 10 Desember 2013

Memarut kelapa muda

agar tidak sukar diparut karena licin maka rendam kelapa muda dalam air panas selama 5-10 menit sehingga menjadi kaku dan mudah diparut.

Minggu, 08 Desember 2013

Memilih ikan yang masih segar

1. Sisiknya segar, tidak mudah rontok atau terlepas.
2. bila ditekan dengan jari akan mantul dan tidak ada bekas tekanan.
3. Matanya jernih, insangnya segar dan berwarna merah atau kemerah-merahan dan ikan itu tidak berbau busuk.